Sabtu, 20 Mei 2017

Penampilan


Penampilan

Haji Saiful Mudjab (alm), Yogya, mubaligh andalan warga NU pada masanya. Seusai pengajian, suatu kali, Shohibul hajat (tuan rumah) tidak hanya menyelipkan amplop ke tangannya, tapi masih ditambah dua kardus berkat, yang satu besar dan satunya lagi kecil. Sesampainya di rumah, pak Saiful Mudjab memberikan kardus berkat yang kecil kepada sopirnya.

“Nih! Jatahmu!” katanya. Toh si supir baru beranak satu. Tak banyak mulut yang menunggunya di rumah. “Terimakasih, Yai!” jawab sopir, lalu buru-buru pulang setelah memasukkan mobil ke garasi, karena sudah larut malam.


Pak Saiful Mudjab sendiri, seperti biasanya kalau pulang bawa berkat, segera membangunkan anak istrinya sendiri, “Berkat! Berkat!” ia sengaja mengeraskan suara. Sembari masih mengucek-ucek mata, anak istri pun merubung kardus besar yang diletakkan di atas meja makan. Dari ukurannya saja kelihatanna menggiurkan. Nyai Saiful membagikan piring – piring, lalu membuka tali rafia yang mengikat berkat itu. “Haaah?!!!” mereka terhenyak hampir serempak. Kardus itu hanya berisi nasi putih tanpa lauk sama sekali.

Dalam perjalanan mengantar Pak Saiful Mudjab pada pengajian kali berikutnya, sopir membuka bicara, “Shohibul Hajat yang kemarin itu royal sekali ya, pak yai” katanya. “Jatah saya saja satu ingkung bakar seekor utuh! ... kalau lihat ukuran kardusnya, jatah Pak Yai pasti paling tidak tiga!” Pak Saiful Mudjab diam seribu bahasa...

___________________
Sumber :
Petuah Bijak 1 – A. Yasin Muchtarom. Hal 9
Gambar :

blog.bingobox.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Page