Cerpen Dongeng - Genderang Gipsy
Dahulu,
pernah hidup dua gadis kecil, Blue Eyesrnama Blue Eyes dan Turkey. Dinamakan Blue Eyes, karena gadis itu bermata biru. Sedangkan gadis yang satu dinamai
Turkey, sebab dia suka memakai baju berwarna merah. Blue eyes dan Turkey
mempunyai kegemaran yang sama, yaitu berjalan-jalan di padang rumput.
Suatu
hari, saat berjalan-jalan di padang rumput, mereka bertemu dengan
gadis Gipsy sebaya yang sedang memainkan genderang. BLUE EYES dan Turkey sangat
heran, sebab tak lama setelah gadis itu memainkan genderang, muncullah seorang
kerdil sambil menari-nari.
“Aku
mau memberikan genderangku ini, tapi ada syaratnya,” kata gadis Gipsy
sambil tersenyum – senyum. “Apa syaratnya?” Blue Eyes yang bertanya. “Syaratnya
mudah saja. Kalian harus menjadi anak yang nakal.” Blue Eyes dan Turkey berpandangan. Mereka sebenarnya anak-anak yang manis. Tapi demi
mendapatkan genderang itu, merekapun menyanggupi syarat yang diberikan
gadis Gipsy.
Keduanya
lalu pulang. Setiba di rumah, mereka langsung menumpahkan makanan, melempar
buku-buku dan menolak tidur siang. Melihat itu, ibu mereka sangat heran. Kenapa
tiba-tiba kedua anaknya berubah seperti itu. Tapi setiap ditanya, baik Blue Eyes maupun Turkey hanya diam. Hal itu semakin membuat sang ibu heran.
Keesokan
harinya, Blue Eyes dan Turkey menemui gadis Gipsy dan menceritakan apa yang
telah mereka lakukan. Namun, gadis Gipsy menganggap kenakalan mereka masih
kurang. “Aku baru mau memberikan genderangku, jika kalian telah benar-benar menjadi anak nakal. Jadilah anak yang nakal sekali. Temui aku
tiga hari lagi!”. Blue Eyes dan Turkey segera pulang. Setiba di rumah, mereka
langsung membanting piring dan gelas, menyobek-nyobek pakaian, bermain-main
di lumpur, mencabuti tanaman di kebun dan melepaskan hewan peliharaan dari
kandang.
Melihat
itu, ibu mereka semakin bingung. Karena tak tahu apa yang harus diperbuat, ia
menangis. Sang Ibu mengancam, jika Blue Eyes dan Turkey tidak menghentikan
kenakalannya, dia akan meninggalkan mereka. Sebagai gantinyam seorang wanita bermata merah dan berkuku tajam akan menjadi ibu mereka. Blue Eyes dan
Turkey tetap tidak peduli. Mereka benar-besnar telah menjadi anak
yang sangat nakal.
Suatu
saat, Blue Eyes dan Turkey menemui gadis Gipsy. Mereka terkejut melihat gadis
itu hendak meninggalkan padang rumput, tempat keluarga Gipsy tinggal. Blue Eyes dan Turkey makin terkejut, ketika gadis Gipsy tidak mau memberikan
genderangnya. “Genderang itu sangat berarti bagiku”. “tapi kamu sudah berjanji akan memberikannya pada kami, jika kami menjadi anak yang
nakal,” sahut Turkey. “Bagaimana aku tahu, jika kalian telah menjadi anak yang
nakal. Jangan bodoh!”. Blue Eyes dan Turkey berpandangan. Mereka sadar,
kalau gadis Gipsy hanya ingin mempermainkan mereka. Blue Eyes dan Turkey pun
menyesal, telah menjadi anak yang nakal.
Setibanya
di rumah, Blue Eyes dan Turkey tidak menjumpai Ibu mereka. Mereka berteriak-teriak
memanggil nama sang ibu, tapi tak ada jawaban. Saat senja datang, rumah mereka
dalam keadaan gelap. Mereka sangat lapar, tapi mereka hanya bisa memegangi
perut mereka sambil merintih.
Sementara
itu, dari kejauhan nampak seorang wanita melangkah mendekati Blue Eyes dan
Turkey. Seperti kata ibu mereka, wanita itu bermata merah dan berkuku
tajam. Blue Eyes dan Turkey sangat ketakutan
___________________
Sumber:
Majalah Mentari
Edisi 351
5-11 November 2006
halaman 28
5-11 November 2006
halaman 28
Dari The Gipsy Big
Drum, diceritakan kembali oleh Eko Cahyono


cerpen bergambar, sangat menarik
BalasHapus