Senin, 22 Februari 2016

Cerpen Dongeng - Genderang Gipsy

Cerpen Dongeng - Genderang Gipsy

Dahulu, pernah hidup dua gadis kecil, Blue Eyesrnama Blue Eyes dan Turkey. Dinamakan Blue Eyes, karena gadis itu bermata biru. Sedangkan gadis yang satu dinamai Turkey, sebab dia suka memakai baju berwarna merah. Blue eyes dan Turkey mempunyai kegemaran yang sama, yaitu berjalan-jalan di padang rumput.

Suatu hari, saat berjalan-jalan di padang rumput, mereka bertemu dengan gadis Gipsy sebaya yang sedang memainkan genderang. BLUE EYES dan Turkey sangat heran, sebab tak lama setelah gadis itu memainkan genderang, muncullah seorang kerdil sambil menari-nari.

“Aku mau memberikan genderangku ini, tapi ada syaratnya,” kata gadis Gipsy sambil tersenyum – senyum. “Apa syaratnya?” Blue Eyes yang bertanya. “Syaratnya mudah saja. Kalian harus menjadi anak yang nakal.” Blue Eyes dan Turkey berpandangan. Mereka sebenarnya anak-anak yang manis. Tapi demi mendapatkan genderang itu, merekapun menyanggupi syarat yang diberikan gadis Gipsy.



Keduanya lalu pulang. Setiba di rumah, mereka langsung menumpahkan makanan, melempar buku-buku dan menolak tidur siang. Melihat itu, ibu mereka sangat heran. Kenapa tiba-tiba kedua anaknya berubah seperti itu. Tapi setiap ditanya, baik Blue Eyes maupun Turkey hanya diam. Hal itu semakin membuat sang ibu heran.

Keesokan harinya, Blue Eyes dan Turkey menemui gadis Gipsy dan menceritakan apa yang telah mereka lakukan. Namun, gadis Gipsy menganggap kenakalan mereka masih kurang. “Aku baru mau memberikan genderangku, jika kalian telah benar-benar menjadi anak nakal. Jadilah anak yang nakal sekali. Temui aku tiga hari lagi!”. Blue Eyes dan Turkey segera pulang. Setiba di rumah, mereka langsung membanting piring dan gelas, menyobek-nyobek pakaian, bermain-main di lumpur, mencabuti tanaman di kebun dan melepaskan hewan peliharaan dari kandang.

Melihat itu, ibu mereka semakin bingung. Karena tak tahu apa yang harus diperbuat, ia menangis. Sang Ibu mengancam, jika Blue Eyes dan Turkey tidak menghentikan kenakalannya, dia akan meninggalkan mereka. Sebagai gantinyam seorang wanita bermata merah dan berkuku tajam akan menjadi ibu mereka. Blue Eyes dan Turkey tetap tidak peduli. Mereka benar-besnar telah menjadi anak yang sangat nakal.

Suatu saat, Blue Eyes dan Turkey menemui gadis Gipsy. Mereka terkejut melihat gadis itu hendak meninggalkan padang rumput, tempat keluarga Gipsy tinggal. Blue Eyes dan Turkey makin terkejut, ketika gadis Gipsy tidak mau memberikan genderangnya. “Genderang itu sangat berarti bagiku”. “tapi kamu sudah berjanji akan memberikannya pada kami, jika kami menjadi anak yang nakal,” sahut Turkey. “Bagaimana aku tahu, jika kalian telah menjadi anak yang nakal. Jangan bodoh!”. Blue Eyes dan Turkey berpandangan. Mereka sadar, kalau gadis Gipsy hanya ingin mempermainkan mereka. Blue Eyes dan Turkey pun menyesal, telah menjadi anak yang nakal.

Setibanya di rumah, Blue Eyes dan Turkey tidak menjumpai Ibu mereka. Mereka berteriak-teriak memanggil nama sang ibu, tapi tak ada jawaban. Saat senja datang, rumah mereka dalam keadaan gelap. Mereka sangat lapar, tapi mereka hanya bisa memegangi perut mereka sambil merintih.

Sementara itu, dari kejauhan nampak seorang wanita melangkah mendekati Blue Eyes dan Turkey. Seperti kata ibu mereka, wanita itu bermata merah dan berkuku tajam. Blue Eyes dan Turkey sangat ketakutan

___________________
Sumber:
Majalah Mentari Edisi 351
5-11 November 2006
halaman 28

Dari The Gipsy Big Drum, diceritakan kembali oleh Eko Cahyono

1 komentar:

Page